Langsung ke konten utama

Fenotiazin dan Turunannya

FENOTIAZIN
A. Fenotiazin sebagai antihistamin
Antihistaminika adalah zat-zat yang dapat mengurangi atau menghindarkan efek atas tubuh dari histamin yang berlebihan, sebagaimana terdapat pada gangguan-gangguan alergi. Bila dilihatdari rumus molekulnya, bahwa inti molekulnya adalah etilamin, yang juga terdapat dalam molekul histamin. Gugus anetilamin ini sering kali berbentuk suatu rangkaian lurus, tetapi dapat pula merupakan bagian dari suatu struktur siklik, misalnya antazolin. Antihistaminika tidak mempunyai kegiatan-kegiatan yang tepat berlawanan dengan histamine seperti halnya dengan adrenalin dan turunan-turunannya, tetapi melakukan kegiatannya melalui persaingan substrat atau ”competitive  inhibition”. Obat-obat ini pun tidak menghalang-halangi pembentukan histamine pada reaksi antigen-antibody, melainkan masuknya histamine kedalam unsur-unsur penerima didalam sel (reseptor-reseptor) dirintangi dengan menduduki sendiri tempatnya itu. Dengan kata lain karena antihistaminic mengikat diri dengan reseptor-reseptor  yang sebelumnya harus menerima histamin, maka zat ini dicegah untuk melaksanakan kegiatannya yang spesifik terhadap jaringan-jaringan. Dapat diangga petilaminlah dari antihistaminika yang bersaing dengan histamine untuk sel-sel reseptor tersebut.
Di dalam tubuh adanya stimulasi reseptor H1 dapat menimbulkan vasokontriksi pembuluh-pembuluh yang lebih besar, kontraksi otot (bronkus, usus, uterus), kontraksi sel-sel endotel dan kenaikan aliran limfe. Jika histamin mencapai kulit misal pada gigitan serangga, maka terjadi pemerahan disertai rasa nyeri akibat pelebaran kapiler atau terjadi pembengkakan yang gatal akibat kenaikan tekanan pada kapiler. Histamin memegang peran utama pada proses peradangan  dan  pada sistem  imun.
Antihistamin trisiklik pertama kali yang poten adalah fenotiazin ( Y = S dan X = N) dan mengandung dua atau tiga atom karbon menghubungkan rantai alkil diantara nitrogen fenotiazin dan amina alifatik.
Mereka berbeda dari turunan fenotiazin antipsikotik yang mana biasanya panjang rantai tiga atom karbon dan  tidak bercabang dan  hilangnya substitusi dalam cincin aromatik.
Disamping aktivitas antihistamin yang bermanfaat, kebanyakan mempunyai aksi  sedatif dan durasinya lama.
Penggunaan lain termasuk pengobatan nausea dan vomiting dihubungkan dengan anestesi dan untuk mabok perjalanan.

Berikut turunan fenotiazin:



Mekanisme Prometazin Hidroklorida
Prometazin dimetabolisme terutama untuk promethazine sulphoxide dan ke promethazine desmethyl tingkat yang lebih rendah. Obat ini diserap dengan baik dari saluran pencernaan.  Konsentrasi plasma puncak sulphoxide metabolit terjadi setelah pemberian intravena. Konsentrasi puncak plasma ini terjadi setelah 2 sampai 3 jam bila prometazin diberikan secara oral (25 sampai 50 mg) atau intramuskuler (25 mg). Metabolisme juga terjadi pada dinding usus tetapi lebih rendah derajat dari sebelumnya. Setelah pemberian rektal prometazin dalam formulasi supositoria, terjadi konsentrasi plasma puncak yang diamati setelah sekitar 8 jam. Bioavailabilitas oralnya adalah sekitar 25%. Sedangkan Bioavailabilitas  rektalnya 23%.
Prometazin hydrochloride  sebagai AH1 menghambat efek histamin pada pembuluh darah, bronkus dan bermacam-macam otot polos. AH1 juga bermanfaat untuk mengobati reaksi hipersensitivitas dan keadaan lain yang disertai pelepasan histamin endogen berlebih. Histamin endogen bersumber dari daging dan bakteri dalam lumen usus atau kolon yang membentuk histamin dari histidin.
Dosis terapi AH1 umumnya menyebabkan penghambatan sistem saraf pusat dengan gejala seperti kantuk, berkurangnya kewaspadaan dan waktu reaksi yang lambat, mekanismenya mengantagonir histamine dengan jalan memblok reseptor-H1 di otot licin dari dinding pembuluh, bronchi dan saluran cerna, kandung kemin dan rahim. Efek samping ini menguntungkan bagi pasien yang memerlukan istirahat namun dirasa menggangu bagi mereka yang dituntut melakukan pekerjaan dengan kewaspadaan tinggi.  Jadi sebenarnya rasa kantuk yang ditimbulkan setelah penggunaan Prometazin hydrochloride  merupakan salah satu efek samping dari obat tersebut.

B. Fenotiazin sebagai antipsikotik
Fenotiazin adalah antagonis dopamin dan bekerja sentral dengan cara menghambat chemoreseptor trigger zone. Obat ini dipakai untuk profilaksis dan terapi mual dan muntah akibat penyakit neoplasia, pasca radiasi, dan muntah pasca penggunaan obat opioid, anestesia umum, dan sitotoksik. Efek sedasi proklorperazin, ferfenazin, dan trifluoperazin lebih rendah dibanding klorpromazin.
Turunan fenotiazin mempunyai struktur kimia karakteristik yaitu sistem trisiklik tidak planar yang bersifat lipofil dan rantai samping alkilamino yang terikat pada atom N tersier pusat cincin yang bersifat hidrofil. Rantai samping tersebut bervariasi dan kebanyakan merupakan salah satu struktur sebagai berikut: propildialkilamino, alkilpiperidil atau alkilpiperazin. Turunan fenotiazin digunakan untuk pengobatan gangguan mental dan emosi yang moderat sampai berat, seperti skizoprenia, paranoia, psikoneurosis (ketegangan dan kecemasan) serta psikosis akut dan kronis. Banyak turunan fenotiazin mempunyai aktivitas antiemetic, simpatolitik, atau antikolinergik. Turunan fenotiazin juga mengadakan potensiasi dengan obat-obatan sedative-hipnotika, analgetika narkotik atau anastesia sistemik.
Penggunaan dosis tinggi menimbulkan efek samping berupa gejala ekstrapiramidal dengan efek seperti pada penyakit Parkinson. Penggunaan jangka panjang menimbulkan hipotensi, agranulositosis, dermatitis, penyakit kuning, perubahan mata dan kulit serta sensitive terhadap cahaya.

Farmakodinamik dan Farmakokinetik
1.   a. Farmakodinamik
CPZ mempunyai farmakodinamik yang luas. Beberapa diantaranya ada pada organ-organ antaralain:
Susunan saraf pusat: menimbulkan efek sedasi yang disertai sikap acuh tak acuh terhadap rangsang dari lingkungan. Pada pemakaian lama dapat timbul toleransi terhadap efek sedasi. CPZ tidak dapat mencegah timbulnya kejang
Otot rangka: CPZ dapat menimbulkan relaksasi otot seklet yang berada dalam keadaan spastic. Cara kerja relaksasi diduga bersifat sentral
Efek endokrin: CPZ dapat menghambat ovulasi dan menstruasi. Semua fenotiazin kecuali klozapin dapat menimbulkan hiperprolaktinemia lewat efek sentral penghambatan dopamin.
Kardiovaskuler: dapat menimbulkan hipotensi berdasarkan beberapa mekanisme diantaranya timbulnya efek inotopik pada jantung
2.      Farmakokinetik
Pada umumnya semua fenotiazin diabsorpsi dengan baik bila diberikan peroral maupun parenteral. Penyebarannya luas ke semua jaringan dengan kadar tertinggi di paru-paru dan limfa. Sebagian fenotiazin mengalami hidroksilasi dan konjugasi sebagian lain diubah menjadi sulfoksid yang kemudian diekskresi dalam feses maupun urin.

Hubungan Struktur dan Aktivitas
1. Gugus R2 dapat menentukan kerapatan electron system cincin. Senyawa mempunyai aktivitas yang besar bila gugus pada Rr bersifat penarik electron makin tinggi aktivitasnya. Substitusi pada R2 dengan gugus Cl atau CF3 akan meningkatkan aktivitasnya. Substitusi CF3 lebih aktif dibanding Cl karena mempunyai kekuatan penarik electron lebih besar tetapi efek samping gejala ektrapiramidal ternyata juga lebih besar. Substitusi pada R2 dengan gugus tioalkil (SCH3), senyawa tetap mempunyai aktivitas tranquilizer dan dapat menurunkan efek samping ekstrapiramidal. Substitusi dengan asil (COR), senyawa tetap menunjukkan aktivitas tranquilizer
2.  Substitusi pada posisi 1, 3, dan 4 pada kedua cincin aromatik akan menghilangkan aktivitas tranquilizer
3.  Bila jumlah atom C yang mengikat nitrogen adalah 3, senyawa menunjukkan aktivitas tranquilizer optimal. Bila jumlah atom C=2, senyawa menunjukkan aktivitas aktivitas penekan system saraf pusat yang moderat tetapi efek antihistamin dan antiparkinson lebih dominan
4. Adanya percabangan pada posisi B-rantai alkil dapat mengubah aktivitas farmakologisnya. Substitusi B-metil dapat meningkatkan aktivitas antihistamin dan antipruiritiknya. Adanya substitusi tersebut menyebabkan senyawa bersifat optis aktif dan stereoselektif. Isomer levo lebih aktif dibanding isomer dekstro.
5. Substitusi pada rantai alkil dengan gugus yang besar seperti fenil atau dimetilamin, dan gugus bersifat polar, seperti gugus hidroksi akan menghilangkan aktivitas tranquilizer.
6. Penghilangan gugus metal pada dimetilamino dengan gugus alkil lebih besar dari metal akan menurunkan aktivitas karena meningkatnya pengaruh halangan ruang
7. Penggantian gugus dimetilamino dengan gugus piperazin akan meningkatkan aktivitas tranquilizer, tetapi juga meningkatkan gejala ekstrapiramidal
8. Penggantian gugus metal yang terletak pada ujung gugus piperazin dengan gugus –CH2CH2OH hanya sedikit meningkatkan aktivitas
9. Kuartenerisasi rantai samping nitrogen akan menurunkan kekuatan dalam lemak, menurunkan penetrasi obat pada system saraf pusat sehingga menghilangkan aktivitas tranquilizer
10.Masa kerja turunan fenotiazin dapat diperpanjang dengan membuat bentuk esternya dengan asam lemak yang berantai panjang seperti asam etantat dan dekanoat

Tabel struktur turunan fenotiazin dengan rantai samping aminoalkil
Struktur fenotiazin
 

Mekanisme Fenotiazin sebagai AGP 1 
Fenotiazin termasuk ke dalam Antipsikotik Generasi Pertama (AGP 1)
Kerja APG 1 menurunkan hiperaktivitas dopamine di jalur mesolimbik sehingga menyebabkan gejala positif menurun tetapi ternyata APG 1 tidak hanya memblok reseptor D2 di mesolimbik tetapi ternyata APG 1 tidak hanya memblok reseptor D2 di mesolimbik tetapi juga memblok reseptor D2 di tempat lain seperti di mesokortikal, nigrostriatal, dan tuberofundibular. APG 1 memblok reseptor D2 di jalur mesokortikal dapat memperberat gejala negatif dan kognitif disebabkan penurunan dopamine di jalur tersebut. Blockade reseptor D2 di nigrostiatal secara kronik dengan menggunakan APG 1 menyebabkan gangguan pergerakan hiperkinetik. Blockade reseptor D2 di tuberoinfudibular menyebabkan disfungsi seksual dan peningkatan berat badan.

Mekanisme beberapa obat turunan fenotiazin:
Klorpromazin
Klorpromazin merupakan obat antipsikotik fenotiazine prototipikal. Seperti obat lain dalam tindakan antipsikotik chlorpromazine kelas ini diperkirakan karena adaptasi jangka panjang oleh otak untuk menghalangi reseptor dopamin. Klorpromazin memiliki beberapa tindakan dan penggunaan terapeutik lainnya, termasuk antiemetik dan dalam pengobatan cegukan yang sulit diobati. Farmakologi: Klorpromazin adalah agen psikotropika yang ditunjukkan untuk pengobatan skizofrenia. Ini juga memberikan aktivitas sedatif dan antiemetik.
Klorpromazin memiliki tindakan di semua tingkat sistem saraf pusat - terutama pada tingkat subkortikal - dan juga pada banyak sistem organ. Klorpromazin memiliki aktivitas antikolinergik perifer antiadrenergik dan lemah yang lebih kuat; Tindakan ganglionic blocking relatif sedikit. Ini juga memiliki aktivitas antihistamin dan antiserotonin sedikit. tetapi mungkin juga menipiskan pseudoparkinson - kontroversial) dan akhirnya pada reseptor M1 / ​​M2 muskarinik (kolinergik) (menyebabkan gejala antikolinergik seperti mulut kering, penglihatan kabur, obstipasi, kesulitan / ketidakmampuan untuk buang air kecil, takikardia sinus, perubahan EKG dan hilangnya ingatan, tetapi tindakan antikolinergik dapat mengurangi efek samping ekstrapiramidal). Selain itu, Chlorpromazine adalah penghambat presinaptik yang lemah dari reuptake Dopamin, yang dapat menyebabkan efek antidepresi dan antiparkinson ringan (ringan). Tindakan ini juga bisa menjelaskan agitasi psikomotor dan penguatan psikosis (sangat jarang dicatat dalam penggunaan klinis).
Penyerapan  obat dalam saluran cerna cepat dan sempurna,ketersediaanhayatinya 32±19 %. Kadar plasma tertinggi dicapai dalam 2-4 jam setelah pemberian secara oral ± 93-98 % obat terikat oleh protein plasma, waktu paronya 30± 7 jam.

Flufenazin
Memblok reseptor dopaminergik D1 dan D2 di postsinaptik mesolimbik otak. Menekan penglepasan hormon hipotalamus dan hipofisa, menekan Reticular Activating System (RAS) sehingga mempengaruhi metabolisme basal, temperatur tubuh, kesiagaan, tonus vasomotor dan emesis.

Pertanyaan:
1.        Bagaimana mekanisme turunan fenotiazin yang lain?
2.        Bagaimana efek samping fenotiazin?
3.        Apa akibatnya jika penggunaan fenotiazin tidak sesuai dengan dosis yang seharusnya?
4.        Dimana bagian farmakofor fenotiazin?
5.        bagaimana ikatan fenotiazin dengan reseptor? 
6.        faktor apa yang dapat meningkatkan efek sedasi dari golongan fenotiazin?
7.        bagaimana efek samping jika menggunakan fenotiazin dalam jangka waktu panjang?
 


Komentar

  1. dari semua golongan yg kamu sebutkan, mana kerjanya yg paling baik puji? bila dilihat juga dari efek samping yg ditimbulkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan membantu menjawab, Akibat berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan oleh antipsikotik konvensional, banyak ahli lebih merekomendasikan penggunaan newer atypical antipsycotic, misalnya Risperdal (risperidone), Seroquel (quetiapine), Zyprexa (olanzopine)

      Hapus
    2. itu termasuk antipsikotik hasil modifikasi ya, dayang?

      Hapus
  2. Terima kasih informasinya kak, apakah obat diatas bisa digunakan untuk anak-anak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan membantu menjawab , beberapa turunan fenotiazin dapat diberikan untuk anak-anak, misalnya Chlorpromazin HCl dengan dosis: 500 mcg/kg bb tiap 6-8 jam (15 tahun maksimal 40 mg/hari, 6-12 tahun maksimal 75 mg/hari). trimakasih

      Hapus
  3. Menurut saya efek samping dari fenotiazin yaitu edema cerebrospinal

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih hesty.
      edema cerebrospinal itu apa ya?

      Hapus
    2. saya akan mencoba membantu menjawab , edema cerebropinal merupakan suatu peristiwa terjadinya akumulasi cairan di bagian intraseluler dan ekstraseluler otak . trimakasih

      Hapus
    3. saya rasa, efek samping yang sangat besar tsb tidak akan serta merta terjadi, kan? tentu efek samping tsb terjadi akibat akumulasi obat dan pengunaan jangka panjang

      Hapus
    4. saya akan menambahkan jawaban dari kak dayang, edema cerebrospinal adalah Edema yang terjadi akibat inflamasi atau peradangan di otak, dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti sakit kepala, nyeri leher atau rasa kaku di leher, mual muntah, atau pusing. Gejala lain berupa pernafasan yang tidak teratur, gangguan penglihatan, kehilangan ingatan, gangguan bicara, kejang, dan penurunan kesadaran.

      Hapus
  4. CPZ menghambat ovulasi dan menstruasi. CPZ juga menghambat sekresi ACTH. Efek terhadap sistem endrokin ini terjadi berdasarkan efeknya terhadap hipotalamus. Semua fenotiazin, kecuali klozapin menimbulkan hiperprolaktinea lewat penghambatan efek sentral dopamin .Batas keamanan CPZ cukup lebar, sehingga obat ini cukup aman. Efek samping umumnya merupakan perluasan efek farmakodinamiknya. Gejala idiosinkrasi mungkin timbul,berupa ikterus, dermatitis dan leukopenia. Reaksi ini disertai eosinofilia dalam darah perifer.
    Kardiovaskular: CPZ dapat menimbulkan hipotensi berdasarkan beberapa hal, yaitu : Refleks presor yang penting untuk mempertahankan tekanan darah yang dihambat oleh CPZ, CPZ berefek a-bloker, CPZ menimbulkan efek intropotik negatif pada jantung

    BalasHapus
  5. jawaban no 4 . Rantai lurus yang terdiri dari tiga atom C, yang mengikat dasar cincin nitrogen dan atom N,C atau O

    BalasHapus
  6. jawaban no 2. saya akan menjawab efek samping dari turunan fenotiazin yaitu chlorpromazin. obat ini mempunyai banyak ES yaitu Berkedut atau gerakan tak terkendali dari mata, bibir, lidah, wajah, lengan, atau kaki, Tremor (gemetar tak terkendali), air liur, kesulitan menelan, masalah dengan keseimbangan atau berjalan, Merasa gelisah, Perasaan seperti Anda akan pingsan, Kejang (blackout atau kejang), Mual sakit perut bagian atas, gatal, dan penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata), Kulit pucat, mudah memar atau pendarahan, demam, sakit tenggorokan, gejala flu, Demam tinggi, otot kaku, kebingungan, berkeringat, detak jantung cepat atau tidak rata, napas cepat, Pikiran atau perilaku yang tidak biasa, Penurunan penglihatan malam, tunnel vision, mata berair, peningkatan kepekaan terhadap cahaya, Kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali, Nyeri sendi atau bengkak dengan demam, kelenjar bengkak, nyeri otot, nyeri dada, muntah, dan warna kulit merata, Denyut jantung lambat, denyut nadi lemah, pingsan, napas lambat (pernapasan mungkin berhenti)

    BalasHapus

  7. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 5
    Ikatan fenotiazin dengan reseptor yaitu obat fenotizin ini bekerja di seluruh sistem syaraf pusat, fenotiazin memiliki ikatan vanderwalls pada cincin aromatiknya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. jenis ikatanya dengan reseptor itu bersifat rigid karena hanya mengikat satu reseptor saja

      Hapus

  8. Hai kak puji , apakah obat fenotiazin bisa digunakan bersamaan dengan makanan ? Jelaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan membantu menjawab, Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

      Hapus
    2. Chlorpromazine boleh diminum sebelum atau sesudah makan. Jika menggunakan obat ini, hindarilah konsumsi minuman keras, merokok, dan konsumsi antasida. Kandungan alkohol dalam minuman keras akan meningkatkan risiko efek samping. Sedangkan rokok berpotensi memengaruhi kadar chlorpromazine dalam tubuh pasien dan antasida akan menurunkan kadar chlorpromazine yang diserap oleh tubuh.

      Hapus
  9. hallo puji saya mencoba jawab pertanyaan nomor 2.
    menurut artikel yang saya baca turunan fenotiazin digunakan untuk pengobatan gangguan mental dan emosi yang moderat sampai berat, seperti skizofrenia, paranoia, psikoneurosis (ketegangan dan kecemasan) serta psikosis akut dan kronis. Penggunaan dosis tinggi menimbulkan efek samping berupa gejala ekstra piramidal dengan efek seperti pada penyakit Parkinson. Penggunaan jangka panjang menimbulkan hipotensi, agranulositosis, dermatitis, penyakit kuning,perubahan mata dan kulit selta sensitifterhadap cahaya. terimakasih

    BalasHapus
  10. No 7. Penggunaan fenotiazin dalam jangka panjang dapat menimbulkan hipotensi, agranulisitosis, dermatitis, penyakit kuning, perubahan mata, dan kulit serta sensitive terhadap cahaya

    BalasHapus
  11. saya mencoba untuk menjawab soal no 7
    jadi obat turunan fenotiazin jika digunakan dalam jangka panjang akan menyebabkan efek sedasi yaitu zat-zat yang dalam dosis terapi yang rendah dapat menekan aktivitas mental, menurunkan respons terhadap rangsangan emosi sehingga menenangkan, hal ini lah yang menyebabkan terjadinya ketergantungan.

    BalasHapus
  12. saya akan menjawab no 2
    efek samping daari salah satu turunan fenotiazin adalah promazine, memiliki efek samping yaitu hidung tersumbat, mulut kering, agitasi, pusing, sakit kepala, denyut jantung cepat

    BalasHapus
  13. efek fenotiazin dalam jangka panjang dapat berpengaruh pada fungsi dan kinerja SSP baik reversible maupun irreversible

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan pendapat cindra, menurut saya karena fenotiazin bekerja di sistem saraf pusat maka pengonsumsiannya dalam jangka panjang sangat tidak di sarankan karena akan menimbulkan efek terhadap kerja sistem saraf pusat tersebut

      Hapus
    2. Saya setuju dengan pendapat cindra dan tania. Jadi obat ini nanti akan mempengaruhi kerja atau fungsi dari SSP. Yang mungkin pada awalnya memang berefek pada fungsi SSP namun karena dosisnya kecil dan penggunaannya jangka pendek jadi belum terlalu berpengaruh. Sedangkan bila dalam jangka panjang tentu akan memberikan efek lain dan bisa saja mempengaruhi organ lain dalam tubuh.

      Hapus
  14. menurut saya efek dari fenotiazin menyebabkan reaksi distonia akut yang meliputi spasme otot fasial dan skeletal serta krisis okulogirik. Efek ini lebih lazim terjadi pada usia muda (wanita muda dan remaja putri) serta lansia.

    BalasHapus
  15. assalamualaikum puji saya akan menjawab no 5 a, derivat dari fenotiazin yaitu klorpromazin ini memiliki rumus kimia C17H19ClN2S. ikatan yang terjadi pada strukturnya memiliki 2 cincin benzen yang salah satunya terikat atom Cl dan juga memiliki 2 atom nitrogen. obat ini termasuk golongan obat antipsikotik, dan bekerja dengan menstabilkan senyawa alami di otak. singkatnya, obat ini akan bekerja di reseptor dopaminergik si otak lebih tepatnya di postsinaptik mesolimbik otak yang mana nanti akan bekerja untuk memblok efek alfa adrenergik, menekan pelepasan hormon hipotalamus dan hipofisa, menekan Reticular Activating System (RAS) sehingga mempengaruhi metabolisme basal, temperatur tubuh, kesiagaan, tonus vasomotor dan emesis.terimakasih

    BalasHapus
  16. saya akan menjawab no 3. pengguanaan fenotiazin yang tidak sesuai akan berdampak pada pasien, apabila pasien memberikan fenotiazin pada dosis yang kurang maka efek terapi yang di hasilkan tidak maksimal dan apabila di berikan fenotiazin pada dosis yang lebih akan mengakibatkan efek samping pada pasien seperti membuat pusing, mulut kering, dsb

    BalasHapus
  17. saya mencoba menjawab no 1
    Salah satu mekanisme turunan fenotiazin yaitu mengaktivasi gamma-aminobutyric acid (GABA) sebagai neurotransmitter penghambat sehingga kanal klorida terbuka dan terjadi hiperpolarisasi post sinaptik membran sel dan mendorong post sinaptik membrane sel tidak dapat dieksitasi. Hal ini menghasilkan efek anxiolisis, sedasi, amnesia retrograde, potensiasi alcohol, antikonvulsi dan relaksasi otot skeletal. Efek sedative timbul dari aktivasi reseptor GABAA sub unit alpha-1 yang merupakan 60% dari reseptor GABA di otak (korteks serebral, korteks sereblum, thalamus).

    BalasHapus
  18. saya mencoba menjawab no 2
    efek samping dari fenotiazin mengantuk, kelemahan otot, ataksia, reaksi paradoksikal dalam agresi, gangguan mental, amnesia, ketergantungan, depresi pernapasan, kepala terasa ringan hari berikutnya, bingung. Kadang-kadang terjadi: nyeri kepala, vertigo, hipotensi, perubahan salivasi, gangguan saluran cerna, ruam, gangguan penglihatan, perubahan libido, retensi urin, dilaporkan juga kelainan darah dan sakit kuning, pada injeksi intravena terjadi: nyeri, tromboflebitis dan jarang apneu atau hipotensi.

    BalasHapus
  19. tekait pertanyaan no 7
    fenotiazin merupakan obat antipsikotik yang termasuk AH1 yang bekerja pada Sistem saraf, daat elewati sawar darah otak. jika digunakan dalam waktu yang lama efek samping yang akan timbul seperti kerusakan saraf

    BalasHapus
  20. saya akan menjawab pertanyaan no 2
    saya akan menjawab efek samping dari turunan fenotiazin yaitu chlorpromazin. obat ini mempunyai banyak ES yaitu Berkedut atau gerakan tak terkendali dari mata, bibir, lidah, wajah, lengan, atau kaki, Tremor (gemetar tak terkendali), air liur, kesulitan menelan, masalah dengan keseimbangan atau berjalan, Merasa gelisah, Perasaan seperti Anda akan pingsan, Kejang (blackout atau kejang), Mual sakit perut bagian atas, gatal, dan penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata), Kulit pucat, mudah memar atau pendarahan, demam, sakit tenggorokan, gejala flu, Demam tinggi, otot kaku, kebingungan, berkeringat, detak jantung cepat atau tidak rata, napas cepat, Pikiran atau perilaku yang tidak biasa, Penurunan penglihatan malam, tunnel vision, mata berair, peningkatan kepekaan terhadap cahaya, Kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali, Nyeri sendi atau bengkak dengan demam, kelenjar bengkak, nyeri otot, nyeri dada, muntah, dan warna kulit merata, Denyut jantung lambat, denyut nadi lemah, pingsan, napas lambat (pernapasan mungkin berhenti)

    BalasHapus
  21. nmr 7

    Penggunaan fenotiazin dalam jangka panjang dapat menimbulkan hipotensi, agranulisitosis, dermatitis, penyakit kuning, perubahan mata, dan kulit serta sensitive terhadap cahaya

    BalasHapus
  22. Saya akan membantu menjawab soal no. 4 yaitu secara umum pemasukan gugus halogen atau CF3 pada posisi 2 perpanjangan atom C rantai samping, misal etil menjadi propil akan meningkatkan aktivitas tranquilizer dan menurunkan efek antihistamin.

    BalasHapus
  23. saya akan mencoba pertanyaan no 5
    Ikatan fenotiazin dengan reseptor yaitu obat fenotizin ini bekerja di seluruh sistem syaraf pusat, fenotiazin memiliki ikatan vanderwalls pada cincin aromatiknya . jenis ikatanya dengan reseptor itu bersifat rigid karena hanya mengikat satu reseptor saja

    BalasHapus
  24. Penggunaan fenotiazin dalam jangka panjang dapat yaitu,agranulisitosis, dermatitis, penyakit kuning, perubahan mata.

    BalasHapus
  25. Penggunaan fenotiazin dalam jangka panjang dapat yaitu,agranulisitosis, dermatitis, penyakit kuning, perubahan mata.

    BalasHapus
  26. 2.Beberapa efek samping loratadine termasuk pembengkakan pada mulut, gatal, ruam

    BalasHapus
  27. Saya akan menjawab pertanyaan No 10 Interaksi dengan CYP2D6 Substrat: CYP2D6 Inhibitor (Moderate) dapat menurunkan metabolisme CYP2D6 Substrat. Pengecualian: Tamoxifen.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

review jurnal farmasi

REVIEW JURNAL Judul Evaluasi Kerasionalan Penggunaan Antibiotika pada Pengobatan Pneumonia Anak di Instalasi Rawat Inap RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari-Desember 2013 Jurnal Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Volume dan Halaman Vol. 3 No. 3 Hal. 247-254 Tahun 2014 Penulis Pingkan C. Kaparang, Heedy Tjitrosantoso, dan Paulina V. Y. Yamlean Reviewer Puji Sri Lestari (F1F115011) Tanggal 19 April 2016 Tujuan Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis kombinasi antibiotik yang efisien untuk digunakan oleh penderita pneumonia anak berdasarkan kriteria tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat dan penggunaan antibiotika yang tidak rasional pada kriteria tepat dosis dan tepat lama pemberian. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Bagian Rekam Medik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, pada bulan Februari sampai Juni 2014. Jenis Penelitian Penelitian  ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan pengambilan d...

Antihistamin: antagonis H1

ANTIHISTAMIN: ANTAGONIS H1 Antihistaminika adalah zat-zat yang dapat mengurangi atau menghindarkan efek atas tubuh dari histamin yang berlebihan, sebagaimana terdapat pada gangguan-gangguan alergi. Bila dilihatdari rumus molekulnya, bahwa inti molekulnya adalah etilamin, yang juga terdapat dalam molekul histamin. Gugus anetilamin ini sering kali berbentuk suatu rangkaian lurus, tetapi dapat pula merupakan bagian dari suatu struktur siklik, misalnya antazolin. Antihistaminika tidak mempunyai kegiatan-kegiatan yang tepat berlawanan dengan histamine seperti halnya dengan adrenalin dan turunan-turunannya, tetapi melakukan kegiatannya melalui persaingan substrat atau ”competitive  inhibition”. Obat-obat ini pun tidak menghalang-halangi pembentukan histamine pada reaksi antigen-antibody, melainkan masuknya histamine kedalam unsur-unsur penerima didalam sel (reseptor-reseptor) dirintangi dengan menduduki sendiri tempatnya itu. Dengan kata lain karena antihistaminic mengikat diri...

Analgetik, Farmakologi dan Hubungan Struktur-Aktivitas

ANALGETIK adalah istilah yang di gunakan untuk menyebut sejenis obat yang dibuat untuk menghilangkan rasa sakit/nyeri tanpa harus membuat si penderita tak sadarkan diri.  Analgesik berasal dari bahasa yunani 'Algos' yang artinya sakit. Yang kemudian di beri awalan 'AN' didepannya yang artinya tanpa. Sehingga jika di satukan, menjadi kata Analgesik yang artinya tanpa rasa sakit. Analgesik biasanya di berikan pada mereka yang menderita nyeri atau sakit di bagian tertentu dari tubuh. Rasa sakit yang terlalu akan sangat mengganggu dan membuat si penderita merasa tidak nyaman. Analgesik adalah obat yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit. Obat ini digunakan untuk membantu meredakan sakit, sadar tidak sadar kita sering mengunakannya misalnya ketika kita sakit kepala atau sakit gigi, salah satu komponen obat yang kita minum biasanya mengandung analgesik atau pereda nyeri. Mekanisme Terjadinya Nyeri Nyeri sebenarnya adalah suatu mekanisme ...